Rumus Ajaib Sedekah Ala Yusuf Mansur   Leave a comment

Rumus Matematika sedekah kini banyak dibicarakan dalam majelis pengajian. Rumus ini memang tak lazim dibahas dalam bangku pendidikan umum. Adalah Ustadz Yusuf Mansur yang mengkampanyekan rumus tersebut.

Inilah contohnya, 10-1 = 19. 10-2 = 28. 10-3 = 37. 10-4 = 46 dan seterusnya. Bicara ilmu matematika, hitungan di atas, salah. Tapi tidak bagi Yusuf Mansur. ‘’Itulah matematika sedekah 10- 1= 19!’’ tegasnya.
Dari mana datangnya angka 19? Dengan penuh keyakinan, da’i muda itu menjelaskan, ‘’Sepuluh dikurangi satu memang tinggal sembilan. Namun satu yang di sedekahkan itu akan dibalas Allah 10, sehingga kalau dijumlahkan 9+10=19. Begitu seterusnya,’’ tandas da’i yang selalu mengkampanyekan shalat sedekah dan shalat Tahajjud itu.

Apakah betul kalau kita ber sedekah satu dibalas 10 kali lipat? Ustadz kelahiran Jakarta, 19 Desember 1976 itu menegaskan. ‘’Saya sangat yakin mengenai hal itu. Sebab Allah sendiri yang menyatakan hal tersebut di dalam Alquran.

Sedekah kita akan dibalas 10 kali, bahkan 700 kali lipat. Karena itu, saya tidak ragu sedikitpun,’’ tegasnya. Bagi da’i berpostur mungil dan baby face itu, jawaban atas berbagai persoalan hidup adalah sedekah dan shalat Tahajjud. ‘’Kunci segala persoalan kita ada pada sepertiga malam. Ketika itu Allah menurunkan malaikat-malaikat- Nya ke bumi untuk mendengarkan dan menyampaikan doa hamba-hamba- Nya. Karena itu, bangunlah dan laksanakan shalat Tahajjud,’’ ujarnya.

Namun, kata Yusuf Mansur, shalat Tahajjud baru setengah penyelesaian persoalan. Lalu, setengahnya lagi apa? ‘’Sedekah!’’ ujar cucu KH Muhammad Mansur, seorang ulama besar Betawi yang tinggal di Jembatan Lima, Jakarta Barat.

Ia mengkampanyekan dan menggerakkan jamaah untuk sedekah tidak hanya di dalam negeri, melainkan juga hingga ke mancanegara, seperti Singapura, Hongkong, Mesir, Australia dan Selandia Baru.

Setiap kali berceramah, ia selalu mampu menggerakkan para jamaahnya untuk sedekah. Tidak hanya berupa uang cash, tapi juga HP, perhiasan, jam tangan mewah, bahkan kendaraan seperti sepeda motor dan mobil.

Panitia pembangunan masjid, yayasan yatim piatu, sekolah, dan majelis ta’lim selalu senang mengundang Yusuf Mansur. Sebab dalam waktu hanya setengah jam mampu menghasilkan sedekah jutaan bahkan puluhan juta rupiah. ‘’Hukum sedekah itu 5+1, yakni tahu, yakin, ngamalin, buktiin, rasain, dan ceritain,’’ tegas Yusuf Mansur dengan logat Betawinya yang kental.

Ia sering mengutip Surat Ali Imran: 92, yang artinya, ‘’Kamu belum berbuat kebaikan hingga kamu menafkahkan apa yang kamu paling cintai. ‘’Jadi, untuk meraih kebaikan yang sempurna, harus mau ber sedekah yang terbaik,’’ tegasnya.

Pebisnis

Meskipun berasal dari keluarga besar ustadz/kiai, Yusuf Mansur muda tak mau menjadi ustadz atau kiai. ‘’Saya enggak mau jadi ustadz. Habis, duitnya sedikit dan saudara-saudara saya yang jadi ustadz hidupnya semuanya sederhana. Saya lebih suka jadi pengusaha,’’ kenangnya.

Di usia remaja Yusuf Mansur sudah menjadi seorang pebisnis. Saat usia 18 tahun, ia sudah naik mobil mewah dan mempunyai pendapatan puluhan juta rupiah sebulan.

Namun, rupanya tak selamanya bisnis itu berlangsung mulus. Usahanya menghadapi masalah. Ia terlibat utang dan dua kali masuk penjara. ‘’Namun ketika di penjara itulah, saya akhirnya bisa menghafal Alquran. Di sana pun saya belajar ilmu sedekah kepada semut.

Di penjara itu pula buku serial Wisata Hati lahir,’’ kata Yusuf Mansur. Ia telah menulis naskah serial Wisata Hati sebanyak lebih 40 judul, sebagian di antaranya sudah diterbitkan. Bukunya yang sangat terkenal antara lain Wisata Hati Mencari Tuhan Yang Hilang dan Kun Fayakun.

Kini nama Yusuf Mansur terus berkibar sebagai salah seorang da’i muda yang selalu mengkampanyekan sedekah dan shalat Tahajjud. Selain berceramah melalui televisi, radio, buku, dan ceramah tatap muka, ia pun berdakwah melalui kaset dan CD. Bahkan ia pun merambah ke layar lebar. Ia juga berdakwah melalui SMS, website/internet, dan majalah mobile ‘’Kun Fakayun’’.

Yusuf Mansur pun mengembangkan sayap di bidang pendidikan. Di Semarang, Yusuf Mansur bersama Wisata Hati Jawa Tengah mengembangkan sekolah internasional Daqu Kids. Ia tengah membangun kompleks sekolah Islam internasional terpadu di Kampung Ketapang, Tangerang, yang dikhususkan buat anak-anak yatim melalui Program Pembibitan Penghapal Alquran (PPPA). Namanya Darul Quran International, dan mulai efektif tahun ajaran 2008/2009. Itulah Yusuf Mansur, sang pelaku sedekah ! ? (yusufmansur.myblogrepublika.com)

Posted 12 Juli 2011 by hartoyosbk in Hikmah

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: