Caruban,kota sayang kota cinta   Leave a comment

Caruban menjadi ibukota kabupaten Madiun

Caruban menjadi ibukota kabupaten Madiun

Sudah sejak lama saya ingin bercerita tentang kota kecil tempat saya tinggal. Kota yang dulunya adalah sebuah Kawedanaan tapi kemudian dilebur jadi satu bersama Kabupaten Madiun. Kota yang bernama Caruban yang tak pernah punya wilayah yang jelas sejak menyatu bersama Kabupaten Madiun.

Kota kecil ini memang benar-benar kecil dulunya, sekarang sebenarnya memang masih kecil tapi tidak sekecil dulu. Ini dikarenakan ada pembangunan di sana-sini, apalagi sejak disahkannya Perda No. 52 Tahun 2010 yang mengatakan bahwa Kota Caruban ditetapkan sebagai Ibu kota Kabupaten Madiun. Dengan adanya peraturan ini jelas akan memboyong semua instansi pemerintahan Kabupaten Madiun ke Caruban.

Sampai saat tulisan ini diterbitkan, baru ada beberapa Dinas Pemerintahan yang mulai ngantor di Caruban – sebelumnya semua kantor pemerintah Kabupaten Madiun ada di wilayah Kotamadya Madiun. Beberapa diantaranya adalah (menurut sepengetahuan saya) Kantor Imigrasi yang berada di ujung timur Caruban. Kemudian Direkotrat Perpajakan yang berada di tengah kota. Tahun-tahun mendatang pasti akan disusul oleh kantor-kantor lainnya. Saya tidak sabar melihat perkembangan ini.

Sebelum ada Perda No. 52 itu, Caruban sudah lebih dulu memiliki 2 pasar

Gedung DPRD di caruban

Gedung DPRD di caruban

tradisional yang cukup ramai dan 1 Pasar Burung. Padahal, 2 pasar tradisional itu letaknya tidak cukup jauh, tapi masih saja tingkat keramaiannya bisa dibilang tinggi. Caruban memliki sebuah Stadion yang diberi nama GOR Pangeran Timoer. Caruban juga memiliki 3 SPBU yang 2 diantara adalah SPBU Pasti Pas milik Pertamina. Sebelum Kotamadya Madiun memiliki SPBU Pasti Pas, Caruban sudah memilikinya lebih dulu. Bahkan alamat SPBUnya pernah dicatat dalam Koran Harian Jawa Pos ketika Pertamina melakukan promosi Pasti Pas untuk pertama kalinya.

Caruban adalah kota yang cukup strategis. Kota ini dilewati oleh jalur utama Pulau Jawa. Setiap kendaraan yang ingin ke Surabaya dari arah Surakarta (Solo) pasti melewati Caruban.Dari arah Surabaya pun juga begitu, bahkan harus melewati Caruban bila ingin ke Surakarta (Solo. Dan Kotamadya Madiun tidak se-strategis Caruban. Kendaraan bisa saja melewati Kotamadya untuk langsung menuju Ngawi kemudian Solo. Jumlah Bank di bekas Kawedanaan ini juga meningkat pesat di tahun 2011 ini. Dari sebelumnya yang bisa dihitung dengan jari, sekarang harus menggunakan setidaknya sebuah kalkulator.

Ini dia nasi pecelnya yang orisinil,uenak tenan pokoknya

Ini dia nasi pecelnya yang orisinil,uenak tenan pokoknya

Kuliner di Caruban juga cukup menyenangkan. Ada makanan khas yang bernama Brem. Jadi Brem itu sebenarnya bukan makanan khas Madiun, tapi Caruban. Karena Caruban yang wilayahnya jadi satu dengan Madiun akhirnya lebih dikenal dengan makanan khas Madiun – saya cukup sedih karenanya. Selain itu, hanya di Caruban-lah ada Nasi Pecel yang benar-benar ‘gila’ rasanya. Sungguh tidak ada duanya. Sebut saja Nasi Pecel Mak Si (tidak ada orang Caruban yang tidak tahu Nasi Pecel ini) yang rasanya khas sekali. Atau Nasi Pecel Kuah ala Mbok Brot yang jadi favorit masyarakat Tionghoa di Caruban. Kemudian masih ada juga Nasi Pecel Mbok Dharmi yang buka hanya pada malam hari (dua pertama bukanya pagi hari). Tak ada yang sanggup menandingi Nasi Pecel Caruban, di wilayah Madiun sekalipun.

Caruban terdapat stasiun kereta api.Kereta api yang mampir di kota saya ini ada jam-jam tertentu.Banyak diantaranya kereta api Bangunkarta,Logawa,Sritanjung dll.Bahkan sekarang ada perkembangan kereta api ekspres jurusan Madiun-Surabaya yang ada jadwalnya berhenti di kota Caruban ini.Saya optimis suatu saat Caruban menjadi salah satu wilayah yang diperhitungkan di Jawa Timur atau bahkan mungkin Indonesia. Saya lebih optimis apabila para pemuda Caruban bangga dengan Caruban. Saya yakin percaya apabila generasi Caruban yang luar biasa pandai tidak malah memilih studi di Kotamadya tapi tetap sudi untuk mendorong kemajuan pendidikan di Caruban. Atau kalau memang harus studi ke luar Caruban, jangan lupakan Caruban suatu saat bila sudah lulus. Karena anda dibesarkan di Caruban, di Kota inilah anda bisa membaca dan menulis. Sekedar informasi, banyak sekali pelajar Caruban yang belajar di Kota sebelah tapi kemudian melupakan Caruban begitu saja seakan-akan skeptis bahkan apatis dengan kondisi Kota Caruban.

Mungkin ada hal-hal luar biasa lainnya tentang Caruban yang saya lewatkan. Lain kali pasti akan saya ceritakan kembali perkembangan Kota ini. Pasti.

Kota ini nyaman walaupun kecil. Mungkin karena kecilnya itu akhirnya berkesan nyaman. Untuk sebuah keluarga baru, kota ini sungguh pas.

Satu lagi yang perlu diingat bahwa Caruban untuk kesekian kalinya meraih Piala Adipura tahun 2011.Kabarnya trofi piala ini akan diarak saat momentum hari jadi kabupaten madiun pada bulan Juli ini. . .hmm pasti membanggakan Caruban jadi kota yang bersih, asri,dan mendapat penghargaan dari pak Presiden SBY . .Semakin banyak saja pembangunan di kota ini seperti perumahan-perumahan.Tapi saya tidak tinggal di perimahan lho…he he . .ya rumah saya dekat di dengan Sebuah Masjid Gede Al-Arifiyah namanya,yang mana masjid ini menjadi ikon atau masjid terbesar di madiun utara yang saja di bangun dengan menelan biaya sekitar 3 milyar rupiah.

Banyak cerita sebenarnya mengenai kota tercinta kelahiranku ini.Ya nanti insyallah lain kali saya sambung lagi. . .

Akhirnya, saya bangga menjadi penduduk Caruban. Saya bangga menjadi bagian pembangunan Caruban. Saya bangga dengan segala plus minus Kota Kecil ini.

Posted 30 Juni 2011 by hartoyosbk in Pariwisata Jawa Timur

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: