Penikmat sedekah   Leave a comment

Kalau tidak mengandung samudera hikmah dan lautan pahala, tentu para Rasul dan para Nabi, serta orang-orang saleh sejak zaman dulu tidak akan berlomba untuk mengeluarkan sedekah, baik ketika kondisi mereka berlebihan maupun dalam keadaan kekurangan. Selain akan menuai pahala, orang yang senang bersedekah hidupnya selalu terasa nikmat sebab semuanya akan berjalan serba mudah dan rezekinya lancar. “Sedekah atau infak adalah sarana yang dapat mempermudah bagi seseorang dalam mencari rezeki. Semakin ia banyak bersedekah, semakin mudah ia mencari rezekinya. Sebaliknya, semakin ia bakhil dengan hartanya, maka rezeki pun semakin menjauh dari dirinya,“ demikian antara lain ujar Sulaiman Al Kumayi dalam bukunya ‘Rahasia Memperoleh Rezeki Halal & Berkah.‘ Perihal ini telah dipastikan Allah dalam Al Quran “ …. dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya“ (QS.Saba (34) : 39). Ibnu Katsir menafsirkan ayat ini, apa pun yang diinfakkan di dalam hal yang diridhai Allah SWT., maka Allah SWT akan menggantinya di dunia dan memberikan pahala dan balasan di akhirat kelak.

Allah SWT berfirman dalam hadis qudsi, “Wahai anak Adam, belanjakanlah hartamu, pasti Aku akan memberi kecukupan belanja kepadamu.“ Rasulullah SAW menyambung, “Anugerah Allah itu melimpah ruah lagi cepat.“ (HR.Abu Hurairah). Ibnu Numair berkata, “Penuh melimpah ruah dan tidak mengurangi pemberian dari sisi-Nya sedikitpun, baik malam ataupun siang“ (HR.Bukhari).
Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah kalian semua diberi pertolongan dan diberikan rezeki melainkan karena orang-orang lemah di antara kalian “ (HR.Bukhari . Usman bin Affan dan Abdurrahman bin Auf adalah diantara contoh dari generasi sahabat yang sangat kaya dan sangat gemar pula untuk bersedekah. Syaikh Hasan Ash Syadzili, adalah salah seorang ulama sufi terkemuka yang kaya raya serta dikenal ahli sedekah. Ali bin Abi Thalib meskipun miskin, namun amat senang bersedekah. Pernah ketika akan berbuka puasa sunat, pembukaan yang ada hanya sepotong roti dan segelas air putih. Saat itu lewat seorang pengemis dan memintanya. Dengan ikhlas “menu“ itu ia berikan. Ali berbuka hanya dengan air putih. Dikisahkan, bila satu minggu tidak ada pengemis yang datang ke rumah Ali., Khalifah ke empat ini merasa sedih, karena khawatir Allah tidak berkenan kepadanya. Dalam pandangan Ali, setiap orang yang datang meminta ke rumahnya, maknanya sama dengan jalan membawanya ke surga.
Amran Wuenshe adalah seorang muallaf dari Jerman. Dia pernah berkata dalam ceramahnya. “Jika orang Islam ingin menjadi kaya, maka ia harus menyisihkan lima puluh persen dari kekayaannya.“ Bill Gate, telah membuktikannya. Hingga saat ini ,ia masih merupakan orang yang terkaya di dunia. Sedekahnya, hampir 50 % dari laba yang diperoleh perusahaannya. Albert Einstein berkata, “Apa yang kita berikan kepada orang lain pada hakekatnya tidak akan mengurangi total jumlah yang kita miliki . What you give you get back.“
Alkisah ada dua manusia menghadap Raja Neraka begitu mereka meninggal. Setelah melihat buku catatan kebaikan dan kejahatan keduanya, Raja Neraka berkata, “Semasa hidup tidak ada kejahatan besar yang kalian lakukan. Tuhan juga menyampaikan bahwa ajal kalian sebetulnya belum tiba. Kalian berdua akan dikembalikan ke dunia dan hidup sebagai saudara. Salah satu dari kalian akan hidup sebagai pemberi, dan yang satu lagi sebagai penerima. Siapa yang mau menjalani hidup sebagai penerima?“. ”Hidup sebagai penerima takkan membuat saya menderita, malah menyenangkan,“ batin manusia pertama. Sesaat kemudian ia menjawab, “ Raja Neraka, izinkan saya hidup sebagai penerima.“ Mendengar ucapan ini, manusia kedua sama sekali tidak iri. Bahkan ia berpikir, hidup sebagai pemberi berarti selalu membantu orang lain. Suatu perbuatan yang mulia, sehingga tanpa ragu-ragu ia berkata, “Raja Neraka, saya rela hidup sebagai pemberi.“ “Karena memilih hidup memberi, engkau akan menjadi orang kaya yang dermawan, suka beramal dan menolong orang,” kata Raja Neraka mengumumkan nasib manusia kedua. “Sedangkan engkau yang ingin hidup sebagai penerima akan menjadi pengemis yang hidup dari pemberian orang lain,“ lanjutnya pada manusia pertama.“ (Buku The Balance & Ways oleh M.K.Sutrisna Suryadilaga).
Dalam kaitan dengan kisah di atas, Rasulullah SAW pernah bersabda, “Tangan diatas (yang memberi ) lebih mulia daripada tangan dibawah (yang menerima). Saking senangnya Sunardi Sahuri, pemilik Usaha Bimbingan Haji ‘Multazam“ bersedekah, maka diantara doa yang selalu dibacanya ialah “Ya Allah, semoga tahun depan zakat saya banyak.“ Doa tersebut nampak sederhana tetapi terbukti sangat mujarab. Orang yang berzakat banyak pasti ia juga berharta banyak. Maka berdoa agar dapat mengeluarkan zakat yang banyak itu jauh lebih baik daripada berdoa agar mendapatkan rejeki yang banyak. Sebab orang yang mendapatkan rejeki yang banyak belum tentu mengeluarkan zakat dan sedekah yang banyak .Sedangkan orang yang mengeluarkan zakat dan sedekah yang banyak, pasti rejekinya juga banyak.
Saking mulianya ibadah sosial itu, maka terhadap sahabat yang paling miskin pun, Rasulullah SAW tetap menganjurkan agar gemar bersedekah. Ketika ditanya oleh Abu Dzar Al Ghifari, salah seorang sahabat termiskin, mengenai hakekat sekedah itu, Nabi SAW menjawab singkat “ Sedekah itu sesuatu yang ajaib.“
“ Sedekah membuat orang menjadi kaya. Sedekah bisa menghilangkan pelakunya dari bahaya. Sedekah bisa mengeluarkan diri dari kesulitan. Allah menyembuhkan penyakit dengan sedekah,“ demikian antara lain ujar Muhammad Syafe’I Masykur dalam bukunya ‘ Keajaiban Sedekah. Ternyata mengenai hikmah sedekah itu juga telah dirasakan dan dikampanyekan oleh pihak non muslim. Joe Vitale, penulis Spritual Marketing, misalnya berkata “Semakin kita rela memberi (bersedekah) semakin banyak apa yang kita sumbangkan itu kembali kepada diri kita dengan berlipat-lipat, to give in order to get ‘ adalah suatu hukum universal .” Wallahualam.”

Dari berbagai sumber

Posted 18 Juli 2011 by hartoyosbk in Hikmah

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: