Kisah Imam Masjid yang Tergelincir   Leave a comment

Suatu ketika seorang imam masjid, yang seringkali menurut pada istrinya, bermaksud menuju ke masjid mengimami jamaah di pagi hari yang sedang dilanda hujan lebat dan gelap gulita. Istrinya memintanya agar tidak perlu ke masjid, khawatir ia terjatuh, tapi sang suami berkeras.

Ia pun keluar rumah, tetapi baru saja beberapa langkah berjalan, dia tergelincir sehingga terpaksa kembali untuk berganti pakaian. Setibanya dirumah, sang istri meledeknya dan berkata, “Bukankah telah kukatakan tak perlu ke masjid?” setelah berganti pakaian, sang imam keluar lagi dan menuju ke masjid.

Tetapi pada kali kedua ini pun dia gagal sehingga harus kembali lagi kerumahnya untuk mengganti pakaian. Istri sungguh marah, tapi suami tidak mengurungkan niatnya. Sambil berjalan keluar rumah ia mendengar ucapan istrinya: “Kalau Engkau pergi dan terjatuh lagi, aku tidak akan membantumu lagi.”

Dalam perjalanannya sang imam bertemu seseorang yang membawa lentera dan menuntunnya sampai ke masjid. Setibanya di masjid sang penuntun meninggalkannya dan enggan salat bersama.

Ketika ditanya siapa dia, penuntun itu menjawab: “Aku adalah setan, tadi kudengar percakapan malaikat ketika Engkau jatuh pertama kali bahwa seisi rumahmu diampuni Tuhan berkat langkahmu. Lalu ketika Engkau jatuh untuk kedua kalinya, kudengar bahwa berkat tekadmu, Tuhan telah mengampuni dosa penduduk kampung ini. Aku khawatir jika yang ketiga engkau pun terjatuh, jangan sampai Tuhan mengampuni dosa seluruh penduduk negeri. Aku tidak ingin hal itu terjadi, maka aku menuntunmu agar engkau sampai ke masjid tanpa terjatuh.”

Posted 6 Agustus 2011 by hartoyosbk in Hikayat ramadhan

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: