Agar Sukses di Bulan Ramadan   Leave a comment

Dari Abu Hurairah RA berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh dengan keberkahan, bulan dimana Allah mewajibkan kepada kaliau untuk berpuasa. Pada bulan ini dibuka pintu-pintu langit, dan ditutup pintu-pintu neraka, serta dibelenggunya syaitan. Pada bulan ini terdapat satu malam yang lebih mulia dibandingkan dengan 1.000 bulan. Maka barang siapa yang diharamkan kebaikannya, maka ia tidak akan mendapatkan kebaikannya.(HR Nasa’i)

Terdapat beberapa hikmah yang dapat dipetik dari hadis ini. Di antara hikmah-hikmah tersebut adalah sebagai berikut:

1. Bahwa untuk meraih kesuksesan di bulan Ramadan, baik sukses dunia maupun sukses akhirat (sebagaimana dijelaskan dalam pembahasan sebelumnya), kita perlu berusaha (ber-mujahadah) semaksimal mungkin agar benar-benar dapat meraih kesuksesan tersebut. Karena Allah SWT hanya akan memberikan kesuksesan bagi orang-orang yang yakin akan meraih kesuksesan dan benar-benar berupaya untuk meraihnya.

Bukankah dalam sebuah hadis Qudsi Allah SWT berfirman. “Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku pada-Ku….” (HR Bukhari). Maka marilah kita menanamkan keyakinan dalam diri kita bahwa insya Allah di bulan Ramadan tahun ini kita semua akan mendapatkan kesuksesan.

2. Bahwa momentum untuk meraih kesuksesan, ada di bulan ini, yaitu di bulan Ramadan, yang belum tentu kita bisa mendapatkannya di bulan-bulan lainnya. Hal ini sangat jelas disabdakan oleh Rasulullah SAW di akhir bagian sebuah hadis, setelah menjelaskan tentang keutamaan bulan Ramadan: Dari Abu Hurairah r.a. berkata, bahwa Rasulullah SaW bersabda, “Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh dengan keberkahan, bulan di mana Allah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan ini dibuka pintu-pintu langit, dan ditutup pintu-pintu neraka, serta dibelenggunya syaitan. Pada bulan ini terdapat satu malam yang lebih mulia dibandingkan dengan 1.000 bulan. Maka barang siapa yang diharamkan kebaikannya, maka ia tidak akan mendapatkan kebaikannya.(HR Nasa’i)

3. Berikut ini adalah kiat-kiat agar kita dapat menggapai kesuksesan dunia akhirat dengan Ramadan. Kiatnya adalah dengan ‘modal 5 M’, yaitu:

a) M 1 = Menumbuhkan azam yang kuat. yaitu memiliki azam (keinginan yang kuat, cita-cita dan motivasi) yang kuat untuk menjadi ‘orang terbaik’ di bulan Ramadan dan di pasca bulan Ramadan. Karena seseorang itu sangat tergantung dengan apa yang diniatkan dan ditekadkan di dalam hatinya. Rasulullah SAW bersabda, “Bahwasanya setiap orang akan mendapatkan (pahala) apa yang diniatkannya …” Mutafaqqun ‘alaih. Tanpa niat dan tekad yang kuat untuk menggapai sukses dunia akhirat di Ramadhan, tidak mungkin seseorang akan mendapatkan kesuksesan Ramadan.

b) M 2 = Membuat Perencanaan Program Ramadan. Untuk meraih kesuksesan di bulan Ramadan, kita juga perlu membuat perencanaan program di bulan Ramadan. Bagaimana mungkin kita akan meraih kesukesan apabila kita tidak memiliki perencanaan yang baik.

Dalam sebuah hadis Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang cerdas adalah orang yang mengevaluasi dirinya sendiri dan beramal untuk kehidupan setelah kematiannya….” (HR Turmudzi). Beramal untuk kehidupan setelah kematiannya bermakna memiliki program jangka panjang. Rencana program dapat dibuat dalam skala pribadi (fardi), maupun juga dalam skala keluarga.

Skala pribadi seperti membuat target dalam membaca Al Qur’an, misalnya satu kali mengkhatamkan Al Qur-an selama bulan Ramadan. Atau dalam infak shadaqah, misalnya dengan menginfakkan Rp 10.000 per hari selama bulan Ramadan, dsb. Adapun dalam skala keluarga adalah seperti membuat jadual shalat tarawih bersama keluarga di masjid-masjid yang ditentukan. Atau target dalam tadarus (membaca Al Qur’an) bersama keluarga di rumah menjelang berbuka puasa, dsb.

c) M 3 = Melakukan aktivitas terbaik. Setelah membuat rancangan program, maka selanjutnya harus melakukan aktivitas yang terbaik selama menjalani proses Ramadan. Yang dimaksud dengan aktivitas terbaik adalah memilih jenis amalan yang terbaik, seperti membaca Al Qur’an, salat tarawih, infaq shadaqah, dsb. Dan juga memilih waktu yang terbaik, seperti waktu ba’da subuh untuk membaca Al Qur-an, waktu sebelum sahur untuk memperbanyak istighfar, dsb. Allah SWT berfirman, “Dan pada waktu sahur mereka meminta ampunan pada Allah (istighfar)”. (QS Adz Dzariyat (51): 18

d) M 4 = Menghindarkan diri sebisa mungkin dari hal-hal yang tidak bermanfaat. Karena Ramadan merupakan bulan terbaik untuk kita meraih kesuksesan. Oleh karena itu, kita harus menghindarkan diri dari segala aktivitas yang menjauhkan kita dari semangat kesuksesan, seperti terlalu banyak menonton TV, main game, tidur, ngobrol, belanja, dsb. Allah SWT berfirman: “Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tiada berguna.” (QS Al Mu’minuun (23): 3)

e) M 5 = Menjadikan Ramadan sebagai sarana untuk perbaikan diri.
Ramadhan merupakan saat yang paling tepat untuk introspeksi diri, bermuhasabah dan kemudian memperbaiki diri dari segala kekurangan dan kekhilafan. Segala sarana di bulan Ramadan sangat mendukung untuk melakukan itu semua, sebagai contoh di bulan ini kita dianjurkan untuk bertaubat.

Dan taubat merupakan salah satu sarana pengakuan diri terhadap kesalahan dan kekurangan diri kita. Dan bukankah salah satu ciri orang yang sukses adalah orang yang berani mengakui kesalahan-kesalahan dirinya? Maka, di bulan inilah saatnya bagi kita untuk mengakui kesalahan dan kekurangan diri kita dengan memperbanyak taubat.

Wallahu A’lam bis Shawab.

 

Oleh: Rikza Maulan Lc M Ag

Posted 9 Agustus 2011 by hartoyosbk in Hikayat ramadhan

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: